Sabtu, 28 Desember 2013

Puisiku :)



Aku dan “GolDar B” ku
Pantas, sepantas ,selaras
Pantas tak pantas tetap selaras
Jelas, tak perlu di jelaskan
Karena sungguh cukup terjelaskan
Suatu materi yang memang jadi misteri
Untuk ilustrasi abstrak tapi pasti
Sebuah fakta yang melawan ambigu
Memberi gaya imajinasi yang trus melaju
Ya,
Itu aku dan “GolDar B” ku
Menyatu seakan jiwa dalam darahku
Seakan jadi penentu antara aku dengan watakku
                        Malas ??
                        Ya !
Berantakan ??
Betul ! Ya memang betul !
Cerewet ??
Banget !
Menghela nafas, menunda dahaga
Sesak bahkan tekanan batin
Eiits, buat apa?
Google dan survei saja segaris dengan opiniku
            Humoris 101,1% sewajarku
            Cerdas 100,1% ditambah 1% sewajarku
            Dan aku? aku easy going sesukaku
Tapi aku biasa, sungguh itu aku
Santai tapi serius bak colombus
Memang tak salah, tapi memang benar
Tak usah heran
Mengadu mengeluh tak perlu
Karena itu,
KeputusaNya, untuk aku dan  “GolDar B” ku

Senin, 09 Desember 2013

DOAKU :) :')

DOA

Bahagiaku surga mereka...
Dan deritaku pilu mereka...
Dua orang yang sangat aku hargai...
Dua orang yang sangat aku hormati...
Aku cintai dan aku sayangi...
Mereka AYAH dan BUNDA...

BUNDA...
Yang telah mengandungku selama 9 bulan...

BUNDA...
Yang sudah memperjuangkan hidup matinya...
Hingga aku dapat hadir di dunia ini...

BUNDA...
Yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya...

AYAH...
Yang telah mendidikku...

AYAH...
Yang rela banting tulang...
Ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup...

Detik demi detik...
Hari demi hari...
Bahkan tahun demi tahun…
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka...???

Sering aku tutup telinga tidak mau mendengar nasehat mereka...
Sering kali aku bohong sama mereka hanya untuk kesenanganku...
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku...
Sering kali aku banting pintu jika mereka tak kabulkan permintaanku...
Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata - kata kasar...
Yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku...

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku...???

"TIDAK...!!! tidak sama sekali..."

Mereka dengan tulus memafkan kesalahanku...
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka...
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap DO'A - DO'Anya...
Hingga aku menjadi seperti sekarang ini...

Ya ALLAH...
Betapa durhakanya aku...!!!
Tak sadarkah aku...
Bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku...

Langkah - langkah ku terhenti di hadapan mereka...

Dan ku pandangi AYAH dan BUNDA...
Inci demi inci...
Badan yang dulu tegap kekar Kini mulai membungkuk...
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih...
Kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput...
Kutatap mata mereka yang berbinar - binar...
Dan mulai meneteskan air mata bahagia...
Air mata haru...
Air mata bangga...
Melihatku dengan diriku yang sekarang...
Ku cium tangan mereka...
Dan kupeluk mereka sambil berkata...

“AYAH dan BUNDA”

Yang kuberikan hari ini...
Tidak akan cukup untuk membalas semua yang telah kalian berikan selama ini kepada ku...

“Terimakasih AYAH...”
“Terimakasih BUNDA...”
“AKU SAYANG AYAH DAN BUNDA SAMPAI AKHIR HAYAT KU”
senyuuummmm :) :) :)

Minggu, 08 Desember 2013

AYAH :')

AYAH !!!

Ku pegang tanganmu yang mulai kasar
Ku tatap wajahmu yang kian lusuh akan pengorbananmu
Ku rangkul bahumu yang terlihat bungkuk demi kami

Ayah…
Kau selalu bercerita tentang kehidupan
Hingga ku dapat belajar dari ceritammu
Kau selalu bercerita tentang perjuangan
Hingga ku menjadi semangat kala mengingat perjuanganmu

Ayah…
Sering kau bisikan kata sayang ketika ku lelah akan hariku

Sering kau memberiku inspirasi dalam meraih cita-cita
Hingga ku tak pupus untuk berlari mengejar cita-cita dan harapan
Karena kehidupanmu memberikan arti yang berharga untukku

Ayah…
Sempat ku pegang erat tanganmu ketika kau ketakutan
Sempat ku tatap matamu yang penuh dengan air mata
Sempat ku usap kakimu yang terlihat lelah akan langkah kehidupan
Sempat ku menangis ketika kau kesakitan
Jiwa yang perlahan akan rapuh jika tanpamu
Iringan do’a dalam munajatku selalu hadir untukmu “Ayah”

Ayah…
Tanpa nafasmu
Tanpa senyumanmu
Bahkan tanpa canda dan tawamu
Kami hanyalah pecundang dalam kehidupan
Karena kau yang selalu mengajari akan keberanian
Ayah, kau penyemangat dalam ku mencari ilmu..
Terima kasih Ayah..